Lelaki di Gerbong Tiga

Hari udah lumayan larut, gue liat jam di gadget kesayangan yang nemenin gue hampir satu tahun. 20.46 katanya. Hhmm.. gue naik kereta yang jam berapa ya? Santai aja kali ya jalannya.. palingan kereta udah kosong jam segini,,

Benar. Stasiun sudah cukup sepi. Setelah menaiki tangga di stasiun Cikini, gue duduk di bangku (besi?) yang dsediakan khusus untuk menunggu jodoh kereta datang, Hari yang cukup lelah bagi gue di hari itu. Bosan memegang gadget. Gue cuma duduk aja sambil nunggu kereta datang.

Terdengar suara pengumuman bahwa kereta yang akan gue naiki sedang menuju stasiun cikini. Gue bangun dari duduk. Gadget gue berbunyi “udah dimana? hati-hati” kurang lebih begitu isinya ( ya gak mungkin gue nulis persis dong ya.. hihihi..). Cuma gue baca terus gue masukin lagi tu gadget ke dalem tas. Capek. Ntar aja.

Kereta masuk di jalur dua. Gue masuk dari gerbong lima. Karena gue liat di gerbong depan masih sepi., berjalanlah gue sampe ke gerbong tiga. Duduk di bangku panjang, bukan di kursi prioritas (yang lebih pendek) bikin gue ngerasa lega aja. Begitu duduk, gue mengamati sekitar sambil sedikit ngantuk, dan gue mendapati pemandangan ini

IMG00888-20130910-2052

Doi (ceileh.. doi) lagi mikirin apa ya?

Umurnya masih muda, perkiraan gue sekitar 20an belum nyampe 28an lah ya. Dia udah duduk di situ sebelum gue milih duduk ditempat gue yang sekarang. Coba gue terawang…

1. Stylenya santai banget, Mungkin dia abis kumpul sama temennya, main, ngobrol, ngopi. Yaa,,pokoknya santai aja. Jaket, tas selempang, jeans, sepatu kets. Bikin gue mikir, Kapan ya terakhir kali gue ‘dandan’ bisa sesantai itu?

2. Terpasang headset ditelinganya. Gue emang engga denger lagu yang diputer itu apa. Tapi gue yakin dia menikmati lagu itu. karena sesekali dia menggerakan bibirnya, mungkin mengikuti lirik lagu. “Kok asik banget ya dia?” Kapan ya terakhir kali gue dengerin lagu yang asik banget tanpa menimbulkan efek galau dan tanpa bikin otak gue mengingat hal yang gak mau gue inget *ribet*

Dua stasiun sebelum gue turun. Dia berdiri. Mendekat ke pintu kereta sambil benerin tasnya. Saat pintu kereta mau terbuka, dia menengok kearah gue. *Dyarrr* Salting aja dong ._. gue langsung nengok ke jendela, sambil sesekali nyuri pandang ke dia (iya, gue masih penasaran aja gitu) Pas pintu kereta kebuka, gue nengok lagi dan dia ngeliat ke arah gue sambil senyum. MATIK..!

Pelajaran yang bisa gue ambil dari lelaki di gerbong tiga ini adalah KALO MERHATIIN ORANG ITU YA BIASA AJA KALI CUPAH! sampe-sampe guenya sendiri ga sadar kalo ternyata dia sadar dari tadi gue liatin. ( .___.)

Malu euuy.. Eh tapi gakpapa.. Kan engga ketemu dia lagi.. :p Dan lelaki itu sukses bikin gue lupa bales pesan yang tadi muncul sebelum gue naik kereta.. :p

Advertisements

4 thoughts on “Lelaki di Gerbong Tiga

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s