Ini bukan puisi

*sebuah foto terpampang di halaman belakang sebuah buku. Bergambar beberapa orang dengan ekspresi tersenyum. Yaa.. semua sepakat untuk tersenyum, termasuk dia yang tampak lebih bercahaya dibanding yang lain. Hhmm.. nampaknya cuma gue yang mampu melihat cahaya itu.*

Apa yang ada dipikiran ketika……..

.. pernah sangat merindu pundak seseorang. Tempat paling kokoh yang nampaknya bisa menahan segala guncangan yang akan diterima.

.. pernah sangat mendamba bisa mengisi ruang di sela jemari itu supaya gak ada lagi ruang kosong diantara jemari indahnya.

.. pernah sangat bangga berdiri disamping sosok itu. Sosok yang selalu membuat kagum dengan ocehannya.

.. pernah sangat tersipu ketika duduk dihadapannya. Bahkan lebih sering tertunduk karena takut melihat senyum ini ternyata lebih lebar dan berbeda dengan senyum yang diberikan kepada orang lain.

.. pernah menyempitkan sudut mata untuk mengawasinya. Memperhatikan gerak geriknya yang selalu tidak pernah bisa berhenti untuk sekedar menoleh.

.. pernah sangat mengkhawatirkannya ketika dia sedang tidak dalam kondisi tubuh terbaiknya.

.. pernah sangat keras melafalkan nama itu disetiap sujud. Meski nyatanya, hanya dengan berbisik dalam hatipun Tuhan pasti mendengarnya.

.. pernah sangat menginginkan raga itu. Sangat ingin memilikinya. Sangat ingin menguasainya.

Tapi, dalam satu waktu dengan cara yang unik, Tuhan menyadarkan. Tuhan hanya meminjamkannya. Supaya akhirnya bisa belajar.

Bahwa Jatuh, tidak melulu mengakibatkan tangis dan juga tidak selalu berakhir manis.

Bahwa sebuah rasa, mampu berubah setiap detik,  pada setiap rintik, dan setiap rindu yang mengusik.

Bahwa tidak ada ragu yang tidak mengganggu.

Bahwa rasa takut justru membuat pikiran semakin carut marut.

Bahwa sebuah kedatangan juga merupakan peringatan akan sebuah kepergian.

Dan nyatanya memang hati ini bukan sepenuhnya milik kita, karena ada yang lebih punya kuasa yang mampu membolak-balikan hati sesuai kehendakNya.

Dan nyatanya kini, hati menagih janji yang sempat terucap dalam diam.

Dan Tuhan mengingatkan bahwa aku memiliki janji denganNya .

*pernah ditulis disebuah kertas beberapa tahun lalu. Dipindahkan ke gadget beberapa bulan lalu. Dan diedit sesuai kejadian beberapa hari lalu*

Tulisan lama, bisa membuka cerita lama. Tapi selalu ada pelajaran yang tidak akan pernah terlewat, kan?

:’)

Advertisements

4 thoughts on “Ini bukan puisi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s