Selalu ada yang pertama..

Pertama kali berjalan..

Pertama kali berlari..

Pertama kali terjatuh..

Pertama kali mencinta..

Entah empat kata itu yang muncul dipikiran gue sekarang. Tapi justru bukan itu yang mau gue bahas kali ini. Menulis.. Iya, itu yang mau gue bahas sekarang. Kenapa pada akhirnya gue begitu jatuh cinta sama goresan yang terukir hingga akhirnya gue ikut jatuh cinta sama tuts-tust berisikan huruf.

Mungkin karena kata yang gak mampu tersampaikan secara langsung atau justru karena ketakutan gue akan menyakiti orang lain (atau justru menyakiti gue sendiri?) sama kata-kata yang pada akhirnya gue lontarkan sampe akhirnya gue memilih untuk menulis. Iya.. Menulis dalam artian sebenarnya. Pensil atau pulpen dan secarik (atau berlembar-lembar) kertas.

Jatuh cinta. Itu yang membuat gue benar-benar menulis pertama kali. Menulis apa yang gue rasa pada saat itu. Menulis kecintaan gue sampe ketakutan gue, diatas kertas.  Mengungkapkan apa yang gak bisa terungkap pada saat itu. Menulis hal-hal kecil yang membawa gue tersenyum ketika membacanya lagi, menulis kejadian yang gue dan dia alami bersama yang membawa gue pada tawa karena teringat hal-hal konyol.

Sampai menggoreskan kebencian gue ketika ada orang lain yang ‘masuk’ ke cerita kita. Iya, gue bener-bener menulis ketidaksukaan gue sama orang itu. Dan pada akhirnya gue menuliskan ketakutan gue akan kepergiannya dia sampai akhirnya kita bener-bener gak bisa sama-sama lagi. Semua terekam, semua tertulis diatas kertas.

🙂 *izinkan gue menghela nafas sebentar*

Semua udah lewat. Udah lama banget berlalu sejak pertama kali akhirnya gue memutuskan buat menulis. Tapi dari situ justru akhirnya gue bersyukur, dari yang tulisan penuh kebahagiaan, penuh kesedihan, penuh kebencian, menyadarkan gue kalo gue itu manusia biasa. Gue pernah mengalami semua rasa itu. Menulis seolah-olah memanusiakan gue. Gak ada yang gue tutupin ketika gue dihadapkan sama pulpen dan kertas. Gue seolah-olah ‘ditelanjangin’ sama kedua benda itu. Sampai sekarang.

Bahkan ketika jari gue mulai menekan tuts huruf yang berantakan (iya, gue masih bingung kenapa sih keyboard engga dibikin berurutan aja abjadnya :p ), pulpen dan kertas gak bisa jauh dari gue. Melalui tuts-tuts ini gue dikasih pilihan untuk berbagi. Berbagi tulisan yang masih bisa dibilang banyak curhatnya. Hahaha..

Emang akan selalu ada yang pertama untuk pada akhirnya melangkah ke tingkat berikutnya. Kayak nulis, kalo gue ga pernah memulai untuk menulis diatas kertas, mungkin gue gak akan pernah menulis di wordpress ataupun di tumblr gue dan orang-orang gak akan bisa menikmati kegalauan gue. Ahahaha..~~

Dan untuk pertama kalinya gue jatuh cinta, akhirnya gue belajar, banyaaaakk banget belajar untuk tidak takut lagi membagi hidup gue ke orang lain, meskipun susah banget.. >,< *loh kok ya jadi curhat* Sebaiknya disudahi saja daripada makin panjang. 😀

Akhirnya gue mau bilang kalau, menulis itu proses belajar buat gue, belajar pelan-pelan menceritakan apa yang lagi dirasakan, terlepas itu bisa dinikmati juga sama orang lain atau engga. Setidaknya hati dan pikiran bisa lega setelah menulis. Karena bagi gue, menulis juga salah satu alat penyembuh. Ah.. sudah yaa.. Jadi nyesek..

Terima kasih yang udah mau baca apapun yang gue ungkapin. 🙂

*Tulisan ini gue persembahkan untuk @bellazoditama dan @kopilovie di project #Kuis1minggu mereka yang gue tau via RT-an dari @ridoarbain Sabtu kemaren. Hahaha.. Telat ya? IYA.. Ohiya, kenapa kalian berdua harus milih gue jadi pemenangnya, ya karena “ini gue harus membuka lagi memori lama gue loh, Nyeseknya masih terasa kalo nginget yang dulu. Hehe. Tapi demi kalian dan demi para pembaca sekalian, gue rela.” :”)

Dan untuk semua hal yang terjadi pertama kali di hidup gue, Gue amat berterima kasih. Terima kasih sekali. Karena kalo gue selalu takut untuk hal yang pertama kali, gue gak akan bisa melangkah lebih jauh.*peluk*

Mari terus menulis. \(^,^)/ Pilihannya cuma dua, di publish untuk bisa dinikmati orang lain atau cukup menjadi konsumsi pribadi.

Advertisements

7 thoughts on “Selalu ada yang pertama..

  1. Pingback: [update] Partisipan #Kuis1minggu | Bella Zoditama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s