Ice Chocholate

Waktu itu cuaca siang hari lagi terik-teriknya. ‘Panas bingit’ kalo kata anak jaman sekarang. Gue mau pergi ke suatu tempat tapi karena  panasnya minta ampun, mampirlah gue ke salah satu toko donat, tempat dimana waktu itu gue memikirkan si donat gula.

Gue masuk dan langsung berdiri depan kasir karena gak ada yang mengantri di situ. Mata gue membaca satu per satu deretan minuman yg terpampang dihadapan gue. Setelah cukup galau mau minum apa (iya, pilih minuman aja gue bisa galau, apalagi milih………waahhh ada bintang jatuh!) Akhirnya pilihan gue jatuh kepada ice chocholate.
Setelah membayar sambil menggenggam minuman, gue berjalan menuju kursi kayu di dekat jendela. Ya sekalian cuci mata gitu, siapa tau ada yang chuchok lewat.~~ sambil ngeluarin notes kecil, gue taruh ice chocholate tadi di meja bundar.

Titik-titik air yang membasahi dinding gelas plastik terlihat menggoda. Dengan cepat, gue minum dari sedotan berwarna orange. Manis dan dingin pastinya. Nikmat banget, lumayan mengurangi rasa haus yang disebabkan panas matahari diluar.
Gue suka cokelat, makanya gue pilih minuman itu tapi ternyata rasa coklatnya ini beda, engga kayak coklat yang biasa gue icip. Tapi gue suka.
Beberapa kali sedotan gue nikmati perlahan, manisnya terasa pas di lidah gue. Gue suka.
Konsentrasi ice chocholatenya juga engga terlalu cair ataupun terlalu kental. Gue suka.

Gue candu sama ice chocholate itu.

Suhu tubuh yang tadinya tinggi karena panas matahari perlahan turun. Nyaman. Itu yang gue rasain.

Eh tunggu deh, tapi kok……

Advertisements

2 thoughts on “Ice Chocholate

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s