Ketidakmungkinan

“Kamu adalah ketidakmungkinan yang selalu aku perjuangkan.”
Sebuah kalimat yang muncul di halaman social media yang membuat gue terdiam sejenak.

Kalau udah tau ‘tidak mungkin’ kenapa masih mau ‘berjuang’?

Ketidakmungkinan yang nyatanya memang buatan manusia.
Ketidakmungkinan atas dasar keterbatasan yang dimiliki manusia.

Lalu seberapa keras harus berjuang dari segala ketidakmungkinan itu? Sementara keterbatasan masih ada disekelilingnya.
Mungkin hanya orang yang sedang berjuang yang tau harus sampai sekeras apa dia berjuang. Harus seperti apa perjuangannya dia untuk menaklukan si ketidakmungkinan itu menjadi mungkin.

Setiap orang yang berjuang selalu punya alasan yang kuat kenapa dia mau berjuang, kenapa dia mau bekerja keras, kenapa dia mau bersusah-susah dengan usahanya.

Lalu kenapa masih mau berjuang?
Orang yang beriman selalu percaya kalau ada Tuhan yang akan selalu nolongin dia. Mungkin ini alasannya.

Jangan salahkan seseorang atas perjuangan membuat keinginannya menjadi mungkin. Tugas orang disekelilingnya hanya mengingatkan ketika dia sampai dipinggir batas kewajaran.

Yaa.. Si pejuang ini juga butuh dicubit pake tang kalo udah kelewat batas.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s