Bolak Balik

Sampai hari ini gue masi terus berpikir. Masih menerka. Kok bisa?
Pernah jatuh cinta?
Pernah patah hati?
Atau pernah biasa aja?
Pasti..
Sekarang lagi dalam kondisi yang mana?

Gue?
Sekarang lagi biasa aja. Jatuh cinta engga, patah hati juga engga. Sebab.. Semua udah terlewati di 2014.

Menghela napas dulu, boleh?

Pemikiran ini sebenernya sering muncul. Tapi tibatiba tadi kembali minta buat dikilik lagi setelah melihat foto seseorang disalah satu social media gue. Gue memandang foto itu cukup lama. Memejamkan mata sebentar lalu melihat fotonya lagi.

Lalu berpikir,

“Ya ampun.. Gue pernah sebegitu jatuh cintanya sama dia.”
Kok bisa?
Lalu mencoba mengingat bagaimana rasanya jatuh cinta ketika itu.
Menyenangkan.
Cukup banyak kejadian yang tibatiba aja keputer lagi. Peristiwa itu muncul secara urut di pikiran gue. Sampai pada satu kejadian yang membuat gue memaksa otak buat berhenti muterin kejadian selanjutnya.

Lalu menghela napas,

Sesak. Sedikit.

“Ya ampun.. Gue pernah segitu patahnya karena dia.”
Kok bisa?
Lalu mencoba memahami bagaimana bisa punya perasaan patah hati saat itu.
Menyedihkan.

Doa gue terjawab?

Dari awal, gue selalu berdoa “Kalau memang dia baik untukku dan begitu juga sebaliknya, mohon perasaanku tetap di situ. Tapi jika memang bukan dia, mohon hilangkan perlahan dan beri rasa sakit sesedikit mungkin.”

Terus masih berasa sakit?
Jujur, iya.

Mungkin Allah mau ngasih tau gue kalo gue masih bisa jatuh cinta loh. Gue masih bisa ngerasain perasaan menyenangkan saat ada orang lain yang bersedia sedikit gue recokin hidupnya, saat ada yang punya perhatian lebih selain keluarga gue, saat ada yang mau berbagi cerita dan berbagi mimpinya sama gue.
Gue juga dikasih kesempatan buat ngerasain lagi degdegan kalau ketemu seseorang, ngerasa gugup begitu namanya muncul di layar hp, ngerasain senyumsenyum saat nerima telfonnya. Dan juga ngerasain perasaan menyenangkan lainnya.

Tapi mungkin juga Allah mau ngasih pelajaran lagi. Semacam “senengnya udahan, kan? Doanya mau dijawab loh. Nih rasa sakitnya kayak gini, silahkan dinikmati. Dikit aja kok.”

:’)
Loh kok ada yang netes di pipi?

Bener-bener ditunjukin kalau Allah itu mampu membolak-balik hati hambaNya.
Gue melewati fase dari gak punya perasaan apaapa (malah sempet mikir, gue masih punya hati gak ya? Hehehe), lalu ternyata dikasih rasa jatuh cinta, lalu patah hati, lalu sekarang kembali lagi datar, biasa aja.

Semoga tahun ini masih dikasih kesempatan buat punya perasaan jatuh cinta lagi. Maunya sih jatuh cinta untuk yang terakhir kalinya dan semoga bakal jatuh cinta sama dia terus menerus, setiap hari.
Aamiin..

Jangan lupa PRnya dari Allah.
Pantaskan diri untuk mendampingi orang yang pantas mendampingi.
Berusaha menjadi wanita yang lebih baik untuk mendampingi lelaki yang baik juga. InshaAllah.

Cerita kemarin bener-bener ditutup ya?
Ya.

Gue kembali memandang fotonya.

Terima kasih bahagianya.
Terima kasih pernah memberi tawa.
Mari terus melangkah meski jalan yang kita jejak tak lagi sama.
🙂

Yes, kali ini gue bisa tersenyum.
*sign out*

*ditulis: tiga hari setelah berkurangnya jatah hidup di dunia*

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s