(Sempat) Berhenti Nge-Path

image

Ceritanya adalah di hampir penghujung 2015 kemarin gue sempet ngerasa begitu kecanduan sama Path. Bentar-bentar buka path, scroll scroll, kasi emote, kasi komen, dan juga bentar-bentar posting. Sampe suatu hari ngerasa jenuh, bosen.

“Gini aja nih isinya?”

Lalu gue merasa ada yang salah sama diri gue sendiri.

Apakah gue iri dengan postingan mereka?

Bisa jadi.

Apakah gue mulai membandingkan diri sendiri dengan mereka?

Mungkin.

Lalu semua tampak seperti pamer di mata gue. Jahat ya gue? Ya gitu.

Dan akhirnya merasa harus menyelamatkan diri sendiri. Daripada gue gila kan ya? :p

Gue off dari path. Pake pamit, hahahaa.

Lalu berjalanlah hari tanpa Path. Tanpa posting gue lagi di sini. Gue lagi ada di keadaan begini begitu. Cuma orang dunia nyata *halah* yang tau. Cuma mereka yang menghubungi gue aja yang tau gue lagi di mana dan lagi kenapa. Dan gue lebih fokus dengan mereka-mereka yang ada di dekat gue.

Ternyata menyenangkan. Sangat.

Gue fokus sama diri gue sendiri.
Gue fokus sama halhal yang harus gue kerjain dan selesein.

Gue lebih bahagia? Iya.
Gue ketinggalan banyak info? Gak juga.

Gue banyak belajar bahwa engga semua hal yang terjadi di diri kita harus dibagi.
Dan gue juga mengerti bahwa gak semua orang itu bener-bener peduli sama apa yang kita bagi.

Jadi buat apa di kasi tau?
Buat apa dipamerin?
Buat apa digembar gemborin?

Karena terkadang sadar gak sadar postingan kita bisa bikin orang lain sedih. Bisa bikin orang lain “elo asik ya bisa begitu”. Meskipun mungkin kita gak ada niat seperti itu. Tapi pandangan orang tentang sesuatu bisa aja berbeda dari maksud yang ingin disampaikan.

Beberapa temen pernah nanya ketika gak sengaja ketemu di salah satu mall “eh elo apa kabar? Udah gak keliatan di Path.” Atau “yah, elo sih udah engga ngePath jadi gak tau berita kan”

Dan gue cuma bisa mengerutkan kening. “Segitu kurang updatenya gue kalo engga ngePath? Segitu gak gaulnya gue karena berhenti ngePath?”

LAAAAHH BOODOOO AMAAATT… WKWKWK.

Gue gak mau kecanduan social media.
Gue gak mau jadi orang yang dikit-dikit update.
Udah itu aja.

Lalu teringat kata-kata partner “orang lain itu gak peduli sama prosesnya, mereka cuma ngeliat dari hasil akhir.”

Lalu gue diem.

Enel uga.

Jadi, mari nikmati tiap proses kehidupan tanpa harus banyak orang lain tau / ikut campur. Demi 2016 yang lebih sehat. Haha.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s