25 Ditambah Dua

Hari ini seru ya. . Setidaknya buat gue. 

Menyambut hari ini dengan keheningan, tidak ada hingar bingar rentetan whatsapp ataupun sms seperti tahun tahun sebelumnya.

Bukan merahasiakannya hanya saja memang seperti ini seharusnya. Menjadi seseorang yang diingat bukan karena “pengingat” tapi karena memang selalu diingat. 

Hari ini gue merasa lebih dewasa, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang menyambut hari ini dengan gegap gempita dengan deg-degan (apooseee… ) 

Dari hari-hari sebelumnya, gue sudah banyak melihat, mempelajari, dan juga meneliti (waelaahh bahasanye..wkwk) sebenernya hidup buat apa sih? 

Lulus sekolah, menikah, punya anak, dan selanjutnya 

Lulus sekolah, kerja, sekolah lagi dan selanjutnya 

Ternyata jalan hidup tiap orang berbeda. Sangat. Kok gue baru sadar? Atau mungkin selama ini gue pura-pura gak sadar? 

Memang tidak melihat adanya perbedaan atau memang sengaja menutup mata dengan semua yang tak sama? 

Entahlah.. 

Tapi semakin kesini gue semakin sadar kalau pemikiran orang itu tidak akan pernah sama. Bahkan melihat sebuah benda pun pasti akan berbeda dalam memandangnya. 

Hidup tiap orang tidak sama. Yang melihat dari luar hanya mengomentari tanpa mengetahui apa yang disembunyikan dari hidup orang itu. 

Ada yang gemar mengumbar proses. Ada juga yang tiba-tiba memberi kejutan. Bebas saja. Komentari saja. Seperlunya.

Ada yang menyembunyikan bahagia. Ada juga yang diam-diam menutupi tangisnya. Dengarkan saja ceritanya. Seperlunya.

Ada yang suka mengomentari hidup orang lain. Ada juga yang membandingkan hidupnya dengan yang lain. Cukup tau saja. Seperlunya. 

Semakin kesini, semakin menyadari. Tidak perlu (memaksa) untuk tahu banyak. Secukupnya saja.

Sebab memilih bahagia itu ada di tangan sendiri. Ya kan? 

Melihat orang lain punya ini itu lalu melihat diri sendiri “gue udah punya apa?” padahal bisa saja itu juga yang ada dipikiran orang lain ke diri kita. 

Atau ketika sampai di satu momen, mungkin pernah terbersit “semoga bisa cepet nyusul” padahal pencapaian itu bukan ajang perlombaan. 

Semua ada waktunya. Tiap orang punya porsinya sendiri di dunia. Tiap orang (harusnya) mengerti sudah sampai mana kesiapan dia dalam menerima sesuatu. 

Hati-hati gila dengan yang tiba-tiba. Hehe..

Semoga di tahun ini, gue lebih siap dengan segala sesuatunya. Siap dengan apa yang memang sudah gue inginkan dan juga siap menerima kejutan dari Tuhan. 

Apapun itu. 

Dan melalui siapapun itu. 

Happy birthday, young lady~

Sepertinya, tahun ini sudah waktunya.

Untuk apa? 

Apa saja.  

Mohon doanya 🙂 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s