Partner (3)

Beberapa hari ini playlist saya lagi muter di sini terus. Ganti lagu. Pilih ini lagi. Gitu terus sampai turun kereta. 

Sebenernya engga sengaja akhirnya jadi suka sama lagu ini. Lagi bingung mau dengerin lagu apa, iseng buka joox terus liat lagu yang ada di page offline. 

Cahaya-Tulus

Kek apa nih lagunya? 

Coba dengerin.

Loh kok enak musiknya

Dengerin lagi.

Eh kayaknya bagus nih liriknya

Lalu ngintiplah di bagian lirik lagunya si joox ini. 

Senyum…

Loh bagus… 

Senyum lagi… 

:’) 

Jadi mau cerita, 

Hal termudah untuk bisa bahagia itu kayaknya jangan punya ekspektasi yang berlebihan terhadap sesuatu.

Ya ga? 

Termasuk ekspektasi terhadap kehadiran seseorang.

Bener ga?

Saya benar-benar amat berusaha tidak pernah lagi berharap berlebihan sama seseorang. Baik ke temen main ataupun temen kantor. Kenapa? Ya supaya engga kecewa.

Yang bikin seseorang kecewa apa? Ya itu tadi, karena punya harapan berlebihan sama sesuatu terus engga kesampean. 

Saya rumit. 

Pemikiran saya runut. 

Setelah A itu B lalu C dan setelahnya adalah D. Kalau ada yang merusak aturan barusan, pasti bisa uring-uringan. 

Sehingga saya cenderung kaku.

Lalu seseorang datang dengan gayanya yang bisa dibilang “sembarangan”.

Pemikirannya, kalau dari A bisa langsung ke D kenapa harus ngelewatin B dan C?

Saya senewen.

Banget.

Tapi…..

Dia membereskan benang yang rumit di otak saya. Tidak dengan menariknya tapi dengan mengurainya perlahan. Tidak memaksa namun tau kemana arah nantinya. 

🙂 

Dia memberikan pengertian dan perhatian dengan caranya. Dia tidak romantis, tapi dia selalu tepat menempatkan hal manis tanpa diduga. 

🙂

Raganya belum selalu ada di dekat saya, tapi dia selalu bisa membuat situasi bahwa jarak tidak ada apa-apanya dengan komitmen yang kami punya.

🙂

*Untuk yang masih harus bekerja di malam ini, semangat yaaa.. 

Advertisements

6 thoughts on “Partner (3)

  1. So sweet banget sih yang ini –> Dia membereskan benang yang rumit di otak saya. Tidak dengan menariknya tapi dengan mengurainya perlahan. Tidak memaksa namun tau kemana arah nantinya.

    Btw aku juga suka beberapa lagunya Tulus. Apa adanya gitu syairnyaaa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s