Ketika Kita Berjarak

Kita, tidak ada bedanya dengan mereka yang memiliki waktu dua puluh empat jam dalam sehari
Namun, kita tidak seperti yang lainnya. Yang bisa bertemu tiap waktu. 

Kita, tidak ada bedanya dengan mereka yang memiliki rasa rindu
Namun, kita tidak sama dengan yang lainnya. Yang bisa melepas rindu kapanpun kita mau

Kita yang mengusahakan. Untuk temu, meskipun masih terbatas waktu. 

Kadang, saya bukan pengingat yang baik. Karena itu, saya menatap lekat punggung dan pundak kamu untuk disimpan di memori terdalam otak

Untuk saya buka saat rindu kamu. Saat kita sedang berjarak.

Untuk saya “panggil” kembali saat bersedih. Saat kita sedang berjarak.

Rindu itu pasti.

Dan dengan kamu…

Waktu temu, sesingkat apapun, sangat berarti

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s